"Hoaam.." pagi yang cerah. Matahari terbit disertai kicauan burung-burung yang merdu. Kubuka jendela kamarku yang berada di samping Tempat tidurku yang empuk. "Selamat pagi, dunia" sapaku dipagi hari yang cerah ini. Aku pun segera Sholat Shubuh dan mandi.
selesai mandi, Aku pun memakai baju harian biasaku karena hari ini hari libur yang cerah. Aku turun menuju Ruang makan. Kamarku berada di Lantai dua. Disana sudah ada Ibu yang menyiapkan sarapan. Aku pun ikut membantu Ibu. Datanglah Papa dengan Adikku, Rara.
Kami pun sarapan dengan lahapnya. yum..enaknya Gumamku.Selesai sarapan Aku pun membantu Ibu mencuci piring bekas sarapan tadi. "Ibu, bolehkan, jika Rani bercita-cita mengelilingi Dunia?" tanyaku diselipkan dengan mencuci piring. Ibu pun tersenyum padaku.
"Boleh saja, nak. Tapi, Rani harus lebih giat lagi supaya dapat mencapai cita-cita Rani" jawabi Ibu dengan lembut kepadaku. "iya Bu! Rani akan lebih giat lagi" kubalas senyuman Ibu tadi. Selesai mencuci piring, Aku pun berlari kecil menuju Ruang tamu. Disana ada Papa yang sedang asyik menonton televisi.
"Pa, Rani main dulu ya?" tanyaku pada Papa. "Iya nak, jangan lama-lama ya.." jawab Papa. "Iya, Pa" jawabku sambil memakai sepatuku yang berwarna pink dengan hiasan pita dan bunga berwarna merah. "Assalaamu'alaikum, Pa!" salamku pada Papa. "Wa'alaikumussalam!" jawab Papa.
Di Taman sudah ada Syifa, Keisya, dan Laila. Mereka sahabat-sahabatku yang keren, peduli, dan pintar. "Hai, Ran!!" sapa gadis yang memakai kerudung berwarna biru muda dengan kacamata merahnya, itu Keisya. "Hai juga, Kei..!" kubalas sapaan Keisya. "Main apa nih?" tanya gadis dengan kerudung putihnya, itu Syifa. "Ayo kita bermain kejar-kejaran!" dengan siap Laila mulai berlari. "Kena!"Laila pun menepuk pundakku. Kami pun bermain hingga kelelahan.
"Eh, teman-teman, Aku mau nanya nih.." kata Syifa memulai pembicaraan disela dengan meminum jus jeruk yang baru saja dibelinya di Warung dekat Taman. "Nanya apa, Syif?" tanyaku. "Kalian punya cita-cita?" tanya Syifa. "Tentu saja!!" jawab Aku, Keisya, dan Laila kompak. "Aku sih pengennya ngikut Rani..hihi" kata Syifa terkikik. " Aku juga! Aku akan selalu mengikuti sahabat terbaikku, yaitu Kalian!" jawab Keisya."Aku sama aja deh.." jawab Laila santai tak ingin kalah. "Emangnya cita-citamu apa?" tanya Keisya.
"Aku ingin banget keliling dunia" jawabku sambil membayngkan indahnya dunia. "Bagus banget tuh cita-citamu, Aku juga pengen" kata Laila. "Eh, udah siang nih..Aku pulang dulu ya.." kataku pamit. "Iya..Aku juga mau pulang!" pamit Keisya juga. "Hati-hati di Jalan ya.." Kata Laila dan Syifa serempak. Aku dan Keisya pun pulang bersama. Jarak rumahku dengan rumah Syifa tidak jauh dari Taman Komplekku. Kami pun balapan. Tapi Keisya lah yang menang.
Aku pun masuk Rumah nyamanku. "Assalaamu'alaikum..Pa..Bu.." kulepas sepatu cantikku dan menaruhnya di Tempat sepatu. "Wa'alaikumussalaam.." Dtanglah Ibu sambil membawakan kue lapis. "Dimana Papa?" Tanyaku sambil menyantap sepotong kue lapis. "Papa pergi keluar sebentar kok" Jawab Ibu sambil tersenyum. Aku pun ber-oh saja.
Esok hari yang tak kalah cerah seperti hari sebelumnya. Aku pun sudah siap untuk berangkat ke Sekolah. "Ayo, Pa...." kuajak Papa yang sedang duduk Di ruang Tamu. "Iya" Jawab Papa singkat. Tanpa menunggu lama lagi Aku pun segera berangkat menuju Sekolahku. Aku pun menuju lantai dua dimana Kelasku berada.
Kusegera menaiki tangga menuju lantai dua. "Duarr..!" seseorang mengagetkanku. "AAAAA.." Aku teriak dan hampir terjatuh. "hehehe..maaf yaa" kata seseorang itu yang ternyata adalah Laila. "huh..hampir saja Aku terjatuh!" Aku kesal. Kami pun segera menuju Kelas Kami.
(Sampai disini dulu ya..Insyaallah bersambung :D)
No comments:
Post a Comment